Doa Ketika Kita Sangat Membutuhkan Uang

Diposting oleh Admin on Rabu, 04 Desember 2013

Berikut adalah kisah ilustrasi, semoga dengan ilustrasi sedikit ini anda bisa memperoleh gambaran bagaimana keyakinan, doa dan hati itu bekerja. 
Kau memanjatkan doa selama 15 menit. Kemudian engkau buka dompet selama 5 detik, eh ternyata isinya sisa tinggal 1.000 rupiah. Kemudian muncul rasa mak degg! Panicking.
Hati pun menjerit "Aduh duitku tinggal sedikit!" Suara hatimu yang panik dan khawatir dengan kondisi finansial saat melihat betapa kosong dompet tersebut menimbulkan getaran kuat yang bisa mengacaukan ketenangan hatimu jauh lebih kuat daripada ritual doamu yang dipanjatkan 15 menit tadi. 
Karena itu, jangan kita menyepelekan dampak kerusakan yang akan melanda kehidupan akibat 5 detik penuh rasa kekurangan itu.
(Sedikit tips dan saran lucu supaya tidak terlalu tegang) untuk menghindari panik dan getaran rasa kekurangan ialah mensetting hati. Bisa dengan cara, dompet dipenuhi uang terlebih dahulu sebelum berdoa. 

Isi Doa itu Penting
Tentu saja tidak  harus mengisi dompet terlebih dahulu dengan uang banyak supaya hati lebih tenang dan khusyu' dalam memanjatkan doa pada Allah Subhanahu Wata'ala. Akan tetapi lebih diutamakan pula Apa doa yang kita baca. 
Berikut adalah doa yang mujarab, tidak hanya baik dibaca ketika butuh uang saja, akan tetapi meliputi berbagai macam kesulitan hidup dengan berbagai ragamnya.
Dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, Beliau berkata, “Saya banyak mendengar Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal khuzni, wal 'ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni, wadhola'iddaini, wagholabatirrijaal
 'Ya Allah sesungguhnya saya berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan dari penumpukan hutang dan penaklukan kaum lelaki (yang zhalim)' [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary]
Adab dalam Berdoa
 Doa itu juga mempunyai adab-adab yang harus ditunaikan, pernahkan mendengar kisah tentang seorang lelaki yang kusut masai rambutnya, lusuh pakaiannya, menengadahkan tangan sambil berdoa, "ya rabb,ya rabb". Akan tetapi makanan yang ia makan haram, pakaian yang ia kenakan haram, lalu bagaimana doanya akan dikabulkan? (kisah ini ada dalam HR Muslim )
Di sana kita bisa mengambil faidah, bahwa dalam berdoa untuk supaya lebih makbul ada beberapa prekondisi:
1. Menunjukkan bahwa kebutuhannya yang sangat
2. Dalam safar, doa lebih mudah dikabulkan
3. Mengangkat tangan dalam berdoa
4. Menggunakan asmaul husna dalam berdoa (dalam kisah tersebut dengan membaca "ya Rabb")
5. Memperhatikan kehalalan pakaian dan makanan yang kita pakai dan kita makan.

Kesabaran

Dalam berdoa, kita dituntut untuk bersabar, karena kita tidak tahu manakah yang baik untuk kita. Mungkin kita ingin selekasnya terlepas dari himpitan masalah yang sangat berat, akan tetapi boleh jadi ada kenikmatan yang sangat indah di penghujung segala musibah. Sehingga kita harus tetap berprasangka baik terhadap Allah ta'ala. Jangan pernah terucap dari lisan kita, saya sudah berdoa tetapi Allah tidak juga mengabulkannya. Karena hal tersebut akan membuatnya menjadi kenyataan, bukankah kita diajari bahwa Allah ta'ala itu sesuai prasangka hambaNya?

Introspeksi / Muhasabah

Kita juga harus selalu berintrospeksi diri, apakah kita sudah melakukan yang terbaik, apakah kita sudah menjauhi apa-apa yang dilarang untuk kita lakukan, kita menginginkan kebaikan akan tetapi kita nekad hutang riba kepada instansi yang melakukan praktik riba sementara kita sudah paham apa konsekuensi dari praktik riba tersebut. Jangan mudah terpedaya dengan nama, akan tetapi perhatikan hakikatnya, dan jika kita masih bingung maka bertanyalah kepada ulama tentang hukum dari suatu muamalah misalnya hutang pada bank. Alih-alih masalah kita terselesaikan, melainkan mengundang masalah yang lebih besar lagi. Yakinlah bahwasanya Allah ta'ala tidak akan mencoba hambaNya lebih dari kemampuan hamba tersebut. 


 

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar